Setelah Pesta Usai
Tenda Biru Itu Lengang
Hadirin telah pulang
Sebagian menggerutu tak kebagian
Sebagian lain mengelus perut kenyang
Setelah Pesta Usai
Pasangan Masuk Kekamar
Hilang sudah hingar bingar
Hanya Memandang langit dan terkapar
Ayo sana Mandi kembang 7 rupa biar Segar
Setelah Pesta usai
Apa yang akan terjadi ?
Masih ingatkah akan janji Untuk Sehidup Semati?
Atau Hanya dimulut dan tak masuk ke hati ?
Ah aku tak mengerti, hanya menanti
Setelah Pesta Usai
Sekarang saatnya menghitung biaya
Berapa buat make up dan wibawa
Juga hitung ongkos berpesta
Jangan lupa biaya undangan di Media
Setelah Pesta Usai
Ada yang teriak aku kan ikut iuran, masak tidak ada balikan
Ada yang bisik-bisik wah kita dapat kipas angin apa setrikaan
Ada yang diam, ya cuma diam tapi ternyata ngambil amplopan
Ya Pesta Telah usai
Tinggal Menunggu Buah Cinta
Semoga saja perkasa
Atau “berdiri” saja tidak bisa ?


Aku membangun rumahku dengan langkah, sejauh aku melangkah sejauh itu pula rumahku didirikan, tembok kepedulian aku bangun dengan rasa, transparan dan imajiner. karena aku adalah bagian dari mereka dan mereka sebenarnya adalah aku.












