Absurd

Lama tak kemana-mana menjenuhkan juga, hanya sibuk dengan rutinitas membuat hati dan pikiran tak peka. Lambat memberikan response,terbelenggu dan terkungkung dalam kehidupan yang semakin absurd.

Kembali diturunkannya ransel hitamnya, diisi dengan beberapa kaos oblong dan tak ketinggalan kain sarung. Dikenakannya celana panjang berwarna biru washing atau lebih dikenal dengan belel.

Kaos hitam kesukaannya tak lupa dikenakan dan dibalut dengan jaket yang berwarna hitam juga, kaos kaki biru dongker dan sepatu hitam tak lupa dipakainya. Semua serba gelap, mungkin ikut berduka atas kekisruhan yang melanda negeri ini.

Bukan hanya kekacauan ditingkat rakyat bawah saja dengan seringnya tawuran antar warga dan antar suku, bahkan sekarang antar lembaga negara yang nota bene penegak hukum saling memangsa, saling gigit demi kekuasaan. Rakyat hanya menonton saja, tapi mungkin  pepatah gajah bertarung pelandung mati ditengah-tengah berlaku.

Dicangklongnya ransel hitam itu dipundak kanan, diayunkan langkahnya menuju jalan raya, penat dan suntuk ingin diusirnya dengan pergi ke batas kota untuk melihat sawah dan sungai serta berkunjung kerumah seorang kawan. Aroma alam selalu menyegarkan dan mengusir kepenatan.

Read More…

Gelaran

Mengingat dan memahami ajaran/kebudayaan serta kearifan lokal akan membuat kita tidak saja menjadi penjaga nilai, tetapi juga akan menjadi nilai plus (manusia unggul) dalam mengarungi samudera kehidupan.

Berikut disajikan nilai ajaran dari leluhur, semoga saja bisa bermanfaat, dan maaf jika ada tafsir yang tidak pas atau tidak berkenan, Sumonggo dinikmati.

*gelar tikar, sediakan kopi , teh, pisang goreng dan rokok*

SUGIH TANPO BONDO
Kaya Walaupun Tidak Memiliki Harta
Gambaran seseorang yang hidup sejahtera walaupun tidak memiliki harta melimpah. Karena kebaikannya terhadap sesama, karena besar jasanya kepada orang lain, maka setiap menghadapi kesulitan, tanpa meminta bantuan kepada siapapun, sudah ada yang menolong. Tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan, cerdas, pandai dan bijaksana.

DIGDOYO TANPO AJI
Sakti Mandraguna Walaupun Tanpa Senjata
Gambaran seseorang yang sangat kuat, sentosa. Sakti lahir atau fisiknya karena berbadan sehat, sakti badannya karena kepada Tuhan selalu dekat

NGELURUG TANPO BOLO
Menyerang tanpa membawa kawan / pasukan
Gambaran seseorang yang sangat pemberani. kepada siapapun (Kecuali Tuhan) tidak takut. Karena tidak pernah berniat jahat dan tidak pernah berbuat jahat, tidak punya musuh, karena semua orang dianggap teman

MENANG TANPO NGAROSAKE
Menang tanpa mengalahkan/merendahkan
Gambaran seseorang yang sangat pandai dalam menyelesaikan perbedaan pendapat atau konflik, tetapi, karena sangat bijaksana, dalam menyelesaikan konflik tadi, lawannya tidak merasa kalah, tidak dipermalukan, tidak kehilangan harga diri

PERANG TANPO TANDING
Perang tanpa berkelahi, dalam artian memerangi nafsu diri sebagai jihadu akbar ( jihad besar). Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.

MULYO TANPO PUNGGOWO
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi memiliki perilaku yang unggul.

Kisah Kasih

Setelah muhammad SAW meninggal, abu bakar RA sahabat dan khalifah yang sangat dekat dengan beliau mendatangi rumah aisyah.

Abu Bakar menanyakan kebiasaan Rosulullah SAW yg belum dilakukannya.

Kemudian Aisyah menceritakan 1 kebiasaan yang selalu dikerjakan oleh Rosulullah setiap pagi, yaitu Beliau berjalan dan memberi makan pengemis tua dan buta yang duduk di perempatan jalan.

Keesokan harinya Abu bakar menemui pengemis itu diperempatan jalan, beliau menghampiri kemudian mendekati dan duduk sebelahnya. Sayyidina Abu Bakar RA kemudian memotong kecil-kecil roti yang dibawanya dan menyuapi pengemis itu, pengemis itu menolak suapan roti dari abu bakar dan berkata :” engkau pasti bukan orang yang biasa menyuapiku”,

“dia biasa memamah (menghaluskan) roti sebelum menyuapiku, dan sikapnya lebih lembut darimu”. Lanjut pengemis itu.

Read More…

Selamat Jalan Willy

Telah Berpulang  WS Rendra Kamis 06-agustus-2009

Seniman besar dan terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini.

Meski kau telah tiada, karyamu tetap memenuhi rongga hati dan jiwa kami.

Willy
Iwan Fals ( Album Ethiopia 1986 )


Si anjing liar dari Jogjakarta
Apa kabarmu ?
Kurindu gonggongmu
Yang keras hantam cadas

Si kuda binal dari Jogjakarta
Sehatkah dirimu ?
Kurindu ringkikmu
Yang genit memaki onar

Dimana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?

Si mata elang dari Jogjakarta
Resahkah kamu ?
Kurindu sorot matamu
Yang tajam belah malam

Dimana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

Masih sukakah kau mendengar ?
Dengus nafas saudara kita yang terkapar
Masih sukakah kau melihat ?
Butir keringat kaum (orang) kecil yang terjerat
Oleh slogan slogan manis sang hati laknat
Oleh janji janji muluk tanpa bukti

Dimana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?
Dimana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

Falsafah HANACARA (Carakan/Huruf Jawa)

Oleh-oleh Ngangsu Kawruh dari Ustadz Chodjim ;Penulis buku “Syekh Siti Jenar : Makna Kematian”, “Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga”, “Membangun Surga” dan lain lain.

Carakan harus dibaca sebagaimana kita membaca “Candra Sengkala” dibaca dari baris paling belakang , yaitu dimulai dari “Maga Bathanga”.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga (Maga mbathang) = Menempuh jalan kematian (nafsu) sebelum mengalami kematian fisik atau kematian yang kita mengerti dalam hukum biologi.
Perlu diketahui bahwa kata “maga” adalah kata Jawa Kuna yang berarti “musim”, atau sebutan bagi bulan ketujuh (11 Januari – 11 Februari). Dus, maga mbathang adalah pengkondisian diri untuk menjalani hidup semedi yang sebenarnya. Inilah kondisi untuk menghilangkan “dualitas” dalam persepsi kehidupan ini.

Pa-dha ja-ya-nya = kekuatan dalam diri manusia dan di luarnya telah menyatu padu. Dalam bahasa daratan Cina, Yin dan Yang telah jumbuh menjadi satu sehingga tak bisa lagi diekstrak unsur-unsurnya.

Dha-ta sa-wa-la = tiada lagi pertentangan antara unsur luar dan dalam, tiada lagi pertentangan unsur Yin dan Yang.
Perlu diketahui bahwa dhata ialah kosa kata Jawa Kuna yang searti dengan dhatan yang maknanya “tanpa” atau “tiada”. Sedangkan “sawala” bermakna pertentangan, pertikaian, atau perkosaan.

Ha-na ca-ra-ka = muncullah caraka, atau lahirlah pesan atau kreasi.
Dus, lahirnya alam semesta ini ya adanya proses Hanacaraka pada Sang Hidup atau Hyang Urip. Terjadinya kreasi dalam kehidupan ini ya karena adanya manusia-manusia yang menjalani proses Hanacaraka. Selama kita tidak mau menjalankan proses “mbathang” atau mematikan ego, maka selamanya tak akan ada kreasi.

Dari Sumber yang lain carakan diterjemahkan sebagai berikut :

Read More…

Stigma

Setiap ada BOM meledak, siapa yang akan selalu diingat ? Noordin M Top itu pasti, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mungkin melintas dalam pikiran. Akan tetapi ada 1 lembaga yang selalu dikaitkan dengan pengeboman.

ya benar sekali jika anda menyebut PonPes Ngruki Sukoharjo Jawa Tengah, ponpes ini selalu dikaitkan dengan teroris, pelaku bom, pencetak santri tukang bom dan berbagai stigma lain.

Padahal pengajaran di sana biasa saja, bahkan juga diakui dan diteliti oleh depag. Hasilnya tidak ada masalah, wajar dan tidak ada yang menyimpang.

Coba kita telaah lagi perlahan-lahan, dari 5000 lebih santri lulusan ponpes ngruki tidak sampai 20 orang yang terkait dan tersangkut masalah dengan Nurdin M Top. sayang sekali hal itu digeneralisir sehingga lembaga pendidikan itu terstigma.

Kemudian mari kita bandingkan dengan para pelaku kejahatan lain, berapa orang lulusan UI atau ITB juga IPB atau Unpadj , UNDIP dll yang dipenjara karena Korupsi atau kejahatan lain. Kenapa tidak ada stigma UI pencetak Koruptor, atau IPB penghasil penipu serta UNDIP penghasil tukang kemplang uang rakyat?

Amplopan

Sudah dimaklumi di negeri ini, orang seneng dapat amplopan misal pesta nikahan,sunatan dll bahkan di daerah tertentu bener-benar dihitung  jumlahnya dan berlaku balasan.

Dalam artian begini, jika A ‘nyumbang’ @Rp.100.000 diacara nikahan keluarga B  3X  maka B juga wajib hukumnya memberikan sumbangan sejumlah total A menyumbang Rp.100.000 X 3.

Begitu juga saat ditimpa musibah, keluarga korban biasanya juga mendapat ’sumbangan’ sebagai ucapan bela sungkawa. Jadi tidak hanya suka tetapi sedihpun tradisi amplopan begitu kental di negeri ini.

Akan tetapi semakin edannya dunia membuat tingkah orang juga semakin tidak ketulungan. Berbuat tidak wajar bahkan di tempat orang terkena musibah.

Sebuah keluarga mendapat musibah karena anggota keluarganya meninggal, sewajarnya tetangga sanak saudara dan handai taulan menucapkan bela sungkawa dan menyelipkan amplop di sebuah tempat (baskom) yang ditutup dengan taplak meja.

Hari pertama, kedua dan ketiga tidak ada masalah, masuk hari keempat kejadian memalukan ini terjadi saat Takziah (berdoa di tempat orang meninggal) di sebuah rumah, setiap habis maghrib biasanya diadakan pembacaan doa dan membaca alqur’an.

Biasanya tuan rumah mengambil isi dari baskom digunakan untuk membeli keperluan ’suguhan’  seperti minuman, makanan ringan dan berat untuk tetangga yang datang berdoa dan mengaji. Sudah menjadi tradisi di wilayah itu. Baskom itu sendiri tidak pernah dipindah kecuali saat ngaji di geser ke pojok ruangan.

Seperti biasa, pagi harinya tuan rumah mengambil isi baskom untuk acara malamnya, namun sungguh terkejut 1 amplop bertuliskan “RT xxx Rw xx” dan beberapa amplop tanpa nama kosong tidak ada isinya .

Karena bertuliskan dari RT xxx bisa dipastikan itu adalah iuran dari warga RTxxx yang dikumpulkan karena tidak bisa datang sebab jarak dan waktu. Keluarga itu berpikir masak sih mengatas namakan RT tapi tidak ada isinya.

Semua keluarga dipastikan apakah ada yang memegang atau membuka baskom atau amplop, sudah dipastikan bahwa tidak ada yang memegang dan membuka.

Kalau tidak ada  bagaimana amplop itu kosong tidak berisi?

Setelah Pesta Usai

Setelah Pesta Usai
Tenda Biru Itu Lengang
Hadirin telah pulang
Sebagian menggerutu tak kebagian
Sebagian lain mengelus perut kenyang
Setelah Pesta Usai
Pasangan Masuk Kekamar
Hilang sudah hingar bingar
Hanya Memandang langit dan terkapar
Ayo sana Mandi kembang 7 rupa biar Segar
Setelah Pesta usai
Apa yang akan terjadi ?
Masih ingatkah akan janji Untuk Sehidup Semati?
Atau Hanya dimulut dan tak masuk ke hati ?
Ah aku tak mengerti, hanya menanti
Setelah Pesta Usai
Sekarang saatnya menghitung biaya
Berapa buat make up dan wibawa
Juga hitung ongkos berpesta
Jangan lupa biaya undangan di Media
Setelah Pesta Usai
Ada yang teriak aku kan ikut iuran,masak tidak ada balikan
Ada yang bisik-bisik wah kita dapat kipas angin apa setrikaan
Ada yang diam, ya cuma diam tapi ternyata ngambil amplopan
Ya Pesta Telah usai
Tinggal Menunggu Buah Cinta
Semoga saja perkasa
Atau “berdiri” saja tidak bisa ?

Setelah Pesta Usai

Tenda Biru Itu Lengang

Hadirin telah pulang

Sebagian menggerutu tak kebagian

Sebagian lain mengelus perut kenyang

Setelah Pesta Usai

Pasangan Masuk Kekamar

Hilang sudah hingar bingar

Hanya Memandang langit dan terkapar

Ayo sana Mandi kembang 7 rupa biar Segar

Setelah Pesta usai

Apa yang akan terjadi ?

Masih ingatkah akan janji Untuk Sehidup Semati?

Atau Hanya dimulut dan tak masuk ke hati ?

Ah aku tak mengerti, hanya menanti

Setelah Pesta Usai

Sekarang saatnya menghitung biaya

Berapa buat make up dan wibawa

Juga hitung ongkos berpesta

Jangan lupa biaya undangan di Media

Setelah Pesta Usai

Ada yang teriak aku kan ikut iuran, masak tidak ada balikan

Ada yang bisik-bisik wah kita dapat kipas angin apa setrikaan

Ada yang diam, ya cuma diam tapi ternyata ngambil amplopan

Ya Pesta Telah usai

Tinggal Menunggu Buah Cinta

Semoga saja perkasa

Atau “berdiri” saja tidak bisa ?

Nyontreng

selamat menyontreng bagi yang menjalankan.

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuman ingat kuncinya

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi  Janjinya

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi janjinya

Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kroninya

Ingat,dia ingat ingat, cuman ingat kroninya

Leren

Ngaso kanggo nguatne rogo

Semedi  marai  kuat ati