Rumahku

siluet2Aku membangun rumahku dengan langkah, sejauh aku melangkah sejauh itu pula rumahku didirikan, tembok kepedulian aku bangun dengan rasa, transparan dan imajiner. karena aku adalah bagian dari mereka dan mereka sebenarnya adalah aku.

Rumahku tidak berpintu, apalagi berpagar tinggi dari besi. Siapa saja boleh masuk dan menikmatinya. Bermain di halaman belakang rumahku yang rimba serta pegunungan, atau cuma hendak bermain air dan berenang di sungai berair jernih sambil menangkap ikan.

Terminal, Stasiun dan pelabuhan adalah garasiku, Yang setia mengantar langkahku untuk belajar pada universitas kehidupan, dengan milyaran dosen. Karakteristik dosen sungguh beragam, ada yang setiap hari ujian bahkan ada yang sama sekali tidak pernah ujian. Universitasku tidak pernah mengeluarkan ijazah cuma berbagi ilmu hikmah.

satu ruangan besar disediakan untuk menonton,televisiku flat dan sangat lebar. selebar mata memandang. Semua film tersedia disini, bahkan kau bisa melihat film tentang dirimu sendiri diputar.

Atap berwarna biru muda terbentang, digelantungi oleh bintang gemintang sebagai pencahayaan.  Terang dan menenangkan.

21 Comments

  1. Rumah yg indah…

    -::mal::-
    Rumah Para Pejalan ..

  2. Lbh indah dr yg slm ini aq bayangkn tentang rumahmu

    -::mal::-
    Mang rumahku terbayang bagaimana ?

  3. ya ya ya…
    kita adalah pejalan,
    dan rumah seorang pejalan adalah bumi beserta isinya…

    -::Mal::-
    mampir2 deh .. minum ambil sendiri :D

  4. hmm… enak nyanyi yaaaa…
    Dunia ini panggung sandiwara… ceritanya mudah berubah… kisah mahabrata… atau tragedi dari yunani… semua kita dapat satu peranan.. yang harus kita mainkan……..
    jadul banget yaaa… tapi uenaaaake…
    Salam Sayang
    -::Mal::-
    Perannya milih apa nerima pasrah kang ?

    • peran adalah kita yang menentukan… tetapi pasrah dan narimo adalah bahasa RASA bahasa hati.. semua harus kita kembalikan kepadaNYA..
      Salam Sayang

      *siyul siyul* :lol: :lol: :lol:

      -::Mal::-
      makasih kang boed….

  5. Nambah:
Aq pikir,aq udah ga bisa lagi brmain di sungai yg jernih sambil menangkap ikan karna pencemaran lingkungan. Aq pikir,aq udah ga bisa lg brmain di rimba krna banyaknya ilegal loging dan kebakaran hutan.
    -::Mal::-
    Nambah terus … es teh nya juga nambah …

  6. Dan aq pikir,aq udh ga bisa lg menatap bintang gemintang bahkan rembulan malam hari di atap rumahmu krn terangnya pencahayaan kota metropolitan melebihi terangnya sinar bintang dan rembulan.

    -::Mal::-
    Yah Sinar dari “LUWES” xixixiixix

  7. Rumah kehidupan memang tak berdinding. Atapnya adalah langit. Banyak ayat-ayat-Nya di alam semesta yang bisa dijadikan pelajaran sebagai bekal pulang ke rumah-Nya.

  8. Rumah sang petualang kan? Bukan rumahnya para pengemis dan peminta-minta.
    Ini rumah kita bersama kawan….

    -::mal::-
    Rumah Para pemberani, karena hanya untuk pemberani dunia ini diciptakan.

  9. Itu rumah kita ya Om?

    Jika aku dapat menonton film tentang diriku, mungkin sekarang akan melihat endingnya..

    -::Mal::-
    iya desya .. ini rumah kita , bukan jendela rumah kita (Dede Yusuf Dunk hehehhe).
    Film nya dokumenter desya, jadi kita hanya bisa melihat masa lalu, untuk belajar tidak mengulang kesalahan dimasa akan datang.

  10. @Mal Bayanganku yo ga da sungai jernih,ga da rimba belantara,dan ga da cahaya bintang.(udh djelasin atuh kang di Nambah). Hehehe jare minum ambil sndri,kl nambah es teh ya ambil sndri.hehe Luwes… Luwes… Maksoed Loe???

    -::Mal::-
    nambah ayam bakar

  11. Rumah kehidupan semua umat manusia :)
    Indah nian bahasamu mas !

    -::Mal::-
    Lagi nongkrong di Jendelah Rumah Kita :D

  12. Membayangkan keindahan rumah itu…..

    -::Mal::-
    Semoga Rumah kita semua terasa damai dan indah
    Damai kita sepanjang hari

  13. @ Mal:
    Oo… Ga konsisten.Katanya nambah es teh,koq jd ayam bakar??mo nambah pa lgi skarang?? Ambil sndiri dech… Ga da delivery service.halah….. hehehe

  14. seperti yang aku bilang, tulisan ini keren banget, mal!
    t-o-p-b-g-t!
    rumah memanglah di mana hatimu berlabuh.
    dan bila hatimu bisa berlabuh di mana saja di permukaan bumi ciptaan Allah ini, itulah rahmat.
    ah, keren banget!
    komentarku jadi berasa garing deh.

    -::Mal::-
    Tafsir yg luar biasa mbak marsh. justru yg dahsyat adalah komentar uni.
    kita hanya bisa menyiapkan hati,untuk dijejakkan di kolong bumi sebelah mana saja.

  15. “Rumah adalah tempat di mana hatimu berada ..”
    Aku juga pernah nulis dengan kalimat ini :)
    Tapi ada juga yang bilang, rumah adalah tempat di mana Ibumu berada ..
    Bingung lah aku ..
    Seperti yang kubilang, tak mungkin aku meregangkan kaki dan hatiku tanpa mengakhiri hidupku sendiri
    :)

    Very nice post, Mal …

    -::Mal::-
    Tak perlu bingung muz, bukankah punya banyak rumah itu nikmat ? atau kalau bingung pegangan, ntar jatuh loh :D

  16. mulaknya, gak usah bela2in nonton sinetron :P . wong kemana kaki melangkah, disitu tersaji film gratis dengan kita sebagai lakonnya.

    tapi… aku tetep pengen punya rumah yang bukan imajiner, dengan banyak kayu dan halaman yang luas dan selalu ada kebahagiaan di sana. dengan kursi besar yang bisa kita pakai buat konkow kalo kamu dolan ke rumah. :D

    -::Mal::-
    yang nonton sineptron ayoo insap hehehhe…
    nah kan.. kursinya jangan disebut besar, ndak konangan kita orang besar :D

    • tuh…. insap deh… jangan nonton sinetron mulu….hehehehe

      kursinya besar tauk.. cukup untuk bertiga…

      -::Mal::-
      hehehehhe…. kursi menjerit …

  17. bagus sekali rumahnya… ;)

    -::Mal::-
    Silahkan Mampir mas :D

  18. Rumah ku surga ku……

    -::Mal::-
    BUkannya Rumahmu di Bonjer dai ? xixixixixixixi

    • itu bukan rumah…hanya tempat singgah sementara saja… setuju?

      -::Mal::-
      setuja …
      mang mo pindah kemana ? xixixixiixix


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment