Matahari sudah mulai hilang dari ufuk barat, kira-kira sepeminuman teh yang lalu, cahaya jingga di cakrawala menghilang. Gelap semakin membungkus bumi, kelam semakin membuat malam semakin hitam tanpa cahaya.
Mendung menyelimuti bulan, menghalangi sinarnya meneduhkan bumi. Bintang gemintang pun seperti malas untuk menampakkan hidung. malam semakin kelam saja.
Petir mulai menyambar, menjilati bumi.menampilkan garis terang dan diakhiri dengan suara dentum geledek, keras dan menggetarkan hati. Suasana yang membuat orang semakin malas untuk keluar rumah, lebih baik dirumah menikmati secangkir teh hangat.
Gerimis Mulai menyiram bumi, membasahi tanah dan mengusir debu jalan ketika seorang laki-laki muda menerobos malam, mempercepat jalannya dan mulai setengah berlari, ransel yang digendongnya bergoyang mengikuti gerak tubuhnya.
Hujan bertambah deras, langit menumpahkan air yang ditampungnya melalui awan mendung sejak sore tadi. Butir butir kristal es di awan ber presipitasi dan bumi pun di guyur air dari langit ribuan kilo liter.
Pria itu berlari semakin cepat, rambutnya yang sebahu mulai basah, jaket yang melindungi badannya juga telah kuyup. Celana jeans dan sandal gunungnya pun tak beda jauh nasibnya, bahkan lebih parah karena ditambah tanah coklat yang terciprat dari jalanan.
Tak jauh dari sana terlihat ada kerlip lampu, ternyata lampu petromak dari sebuah warung nasi goreng. Pria itu pun berhenti dan berteduh, perutnya yang keroncongan memintanya untuk segera diisi. Maka dipesanlah 1 porsi nasi goreng dan secangkir kopi, sebuah perpaduan yang aneh mungkin. Tapi itulah kebiasaanya, tak sempurna makan tanpa ditemani secangkir kopi.
Warung itu baru saja buka, terlihat semua masih bersij dan rapi. Dan memang biasanya warung nasi goreng mulai buka di sore hari, menemani orang di dinginnya malam.
Setelah menandaskan nasi gorengnya, pria itu mulai menyeruput kopinya, kopi hitam yang wasgitel wangi panas sepet legi kentel. Mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya dalam dalam, kemudian dihembuskannya dengan nikmat. Nikmatul udud ba’da dahar begitu orang menyebut yang artinya nikmatnya merokok setelah makan, guyonan orang jawa pesisir.
Hanya ada dua orang di warung itu,dia dan penjual nasi goreng. Pria itu mulai membuka pembicaraan “Sudah lama pak jualan nasi goreng ?”
” Cukup lama nak, kira-kira 25 tahun.” jawab si bapak. Pria itu menyodorkan rokoknya kepada pak di, demikian ia biasa dipanggil. Pak di mengambil sebatang dan duduk disebelah pria itu kemudian menyulutnya.
” Wah itu sih sejak saya mulai bisa berlari pak, sekarang saja saya segede ini hehehehe. “
Pak di mulai bercerita tentang keluarganya, tentang istrinya, tentang kedua anak laki-lakinya yang kini di jogja dan solo. Di UGM dan UNS begitu katanya.
“wah hebat, kuliah disana pak ? “
” Jualan nasi goreng juga seperti saya.” kami pun tertawa.
Kedua anak laki-lakinya kuliah di UGM dan UNS dan kalau sore jualan nasi goreng di dekat kampus. Sebuah perjuangan atas pendidikan, tidak ada gengsi malah seringkali mendapat prestasi.
” Wah kalau hujan begini, pendapatan seret ya pak “
” Iya mas, hari ini saja mas yang pertama. Penglaris mas”. ujarnya.
” Tapi tidak perlu pesimis mas, gusti allah ora sare.” lanjutnya
” Semua sudah dibagi dan dijatah masing-masing, ini bukan menyerah pada takdir lo mas, tapi Qonaah narimo ing pandum “
” Hewan kecil didasar laut saja dikasih berkah dan rezeki oleh gusti allah, masak kita tidak. Ya ga mungkin to mas?”
Pria itu mendengar dengan takzim, sambil bersyukur malam itu mendapat ilmu tentang kehidupan. Setelah 3 batang rokok habis dan kopi telah disruput habis serta hujan mulai reda, pria itu pamit mohon diri seraya membayar pesanannya.
“Mas ini mau kemana ?”
“Saya mau meneruskan perjalanan pak, mengikuti langkah kaki. ngangsu kawruh”
“Selamat jalan mas, ati-ati ya. ojo lali nyuwun marang gusti”
” Iya pak , terima kasih”
Pria itu berjalan keluar dari warung, menembus gelapnya malam.
23 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
















Rejeki di atas bumi itu bertebaran, siap menunggu diambil … Tapi kadang banyak yang keasyikan tidur, sampai akhirnya semua habis diambil orang ..
Berniatlah si penidur ini untuk mengambil jatahnya keesokan hari, tapi apa daya, dia kesiangan lagi
-::Mal::-
Ayo berlomba-lomba mencari berkah. Besok aku bangunin deh biar ga kesiangan, pake Toa mesjid yah
BOONG! JANGAN PERCAYA! dia kalo bangunin gwa pakek private message di YM! jam 9 pulak!!!
*tonjokin yg punya blog*
-::Mal::-
hahahhaha .. dibangunin jam berapa pun ngaret mandinya
Sharusnya kita malu dgn Tuhan krna kdg kita kurang brsyukur atas rezeki yg udh Tuhan berikan kpd kita.Kdg kita msih mrasa kurang dlm hal materi mski hidup kita telah brkecukupan.Masa kita yg (mungkin) pendidikannya lbh tinggi kalah dgn orang2 spt pak Di?
-::Mal::-
Ayooo bersyukur..
Semuanya selalu ada jalan untuk mencari rezeki, proses keberhasilan memang tak semudah itu. Klaim keberhasilan memang orang lain yang menilai dan ini merupakan hal yang perlu dicontoh agar kita semangat dan selalu ada jalan mencapai kehidupan yang kita inginkan
Mari kita bersemangat selalu
Bergerak tak pernah mati
Maka terseyumlah
Salam kenal selalu
-::Mal::-
salam Kenal juga bos..
gusti ALLAH memang tidak pernah sare…..kok penjualne namanya pak di…opo kang Dhi yo mbulll…..hehehe wes di uplod ternyata fotone
-::Mal::-
Yen sare iso bahaya hehhehe…
mungkin wae ncen kang di, cuma jual nasi goreng bukan nasi kucing hehehhe. yg dari belakang nda ditunggu
bentar… aku baca kalimat pembuka, seperti sedang membaca cerita silat. hehe…
*sek, nglanjutin baca*
-::Mal::-
Pembukanya wiro sableng mas hehehhe
kopi kok wasgitel ? bukannya teh yang wasgitel, Mal ?
kalo kopi, setahuku kopital. kopi kental.
ck, aku kok malah mbahas sing gak penting ta…
o iya om Jamal, pesenku, aja lali, nyuwun marang gusti… nek durung diparingi, baleni maneh nyuwune… nek durung diparingi, baleni maneh nyuwune… nek durung diparingi, baleni maneh nyuwune… …
-::Mal::-
hehehhe.. jenenge wong njaluk mas, yen rung diwenehi ora oleh nesu hehehhehe.
hehehhehe iyo kuwi, nggone salah, itu harusnya di taruh di teh panas diatas, asem matane sliwer heheheh.
paring paring…
Gusti Allah Mboten Sare…
tapine kadang keasyikan liat objek2 lawakan-nya…
Dia pasti ketawa2 gak jelas di atas sana…
-::Mal::-
Jadi inget “Bruce All Mighty” dia tuker tempat sama tuhan, dan terjadilah kekacauan hebat. ternyata tugas tuhan tidak mudah. atau ada yg mau ganttin tuhan ? biarkanlah DIA liburan.
lha wong tuhan seumur2 tugasnya memang menjadi tuhan kok, dibandingin dengan bruce yang baru didaulat menggantikannya, ya jelas perlu training ta ya…
kalo aku yang menjadi bruce, hal pertama yang kulakukan adalah menjadikan diriku menyamai kemampuan tuhan yang asli dulu. bilang saja training kumplit dengan hasil 100 persen yang kilat. hehehe… namanya juga pilem, namanya juga nghayal, boleh dong seenak2nya.
-::Mal::-
Yen aku dadi sutradarane , sampeyan ra entuk peran mas hehehehehhe
hahah… Tuhan liburan? Dia on duty aja ‘begini’ apalagi Beliau Libur…
bisa libur semua hidup di dunia ini…
-::Mal::-
Tenang saja, sudah di jadwalkan kok… gimana ikutan ga liburannya?
Gusti Allah memang tak pernah diserang kantuk dan tak jua pernah tertidur. Ia tetap memberi rezeki sang hamba, meski sang hamba sering melalaikan panggilan-Nya dan bersembunyi di balik selimut.
Ni’matul udud ba’da dahar. Asyik juga. Perasaan, nggak ada deh hadis atau pepatah Arab yang begituan. He …he….
Mengko nek aku kawanen, ditangekno yo! Jane aku yo isin.
-::Mal::-
bangun pak bangun hehhehehhehe …
Maha besar gusti allah
subhanallahh…. terimaksih mas
tulisan ini mengingatkan kita untuk tidak rakus dan selalu qonaah
oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya terutama dalam tulisan ‘manjakan mata, telinga dan waktu anda dengan samsung LED TV’. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet
-::Mal::-
Makasih mas .. segera meluncur ke tkp gan
Belum lama berjalan, kira-kira 60 langkah, hujan kembali membasahi malam yang kelam dan hitam, dingin sangat menusuk, Pria itu mulai kepayahan diterpa hujan yang begitu deras, tubuhnya seperti terkena ribuan jarum, terasa sangat ngilu. Dia memutuskan kembali.
“pak, boleh aku berteduh di sini”
“silahkan mas, rupanya tubuh mas basah, biar aku bikinkan kopi lagi mas”
“terima kasih pak, beberapa hari ini di sini sering hujan ya?”
“iya mas”
Pria itu menghabiskan malamnya di dalam warung nasi goreng, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menimba ilmu. Ada banyak pelajaran hidup yang dia terima, qana’ah salah satunya.
Malam kembali turun dengan cepat, hujan kembali datang. Pria itu mulai mencari tempat berteduh. Cacing mulai menari-nari dalam perutnya karena seharian dia Qana’ah tidak makan, kebetulan ada warung penjual soto. Dia bergegas…
(waduh! Maaf bersambung)
lanjutin Om, ku mo baca lagi ah..
-::Mal::-
Wah itu balik lagi karena hujan atau laper lagi ? xixixiixixi.
Salam kenal…
-::mal::-
Salam KEnal juga
yayaya… sesungguhnya Gusti Allah tidak pernah tertidur… Dia hadiiiir… dekaaaat… sangaaaat dekaaaaat… setiap tarikan nafas kita adalah bukti dan saksi ALLAH itu dekaaaaaat..
Salam Sayang
-::Mal::-
Bener kang boed… bahkan lebih dekat dari nadi…
hmm.. lebih dekat dari urat nadi… waaah ini jadi bahasan menarik neee… terus dimana yaa ? hehehe… jelasin ya mas Jamal sayang…
Salam Sayang
-::Mal::-
.
Surat 50 (Al Qaaf) Ayat 16 disebutkan: “wa laqad khalaqnaa insaana wana’lamu maa tuwaswisu nafsuhu wanahnu aqrabu ilayhi minhablil wariyd.” (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya) *CMIIW*
Bahasa saya bukan urat leher tapi urat nadi
mari dibahas kang, saya juga masih cetek ilmunya, butuh pencerahan.
rejeki emang engga kemana
hayuk kita cari
-::Mal::-
Yuuu Mariiii …
nek gusti allah sare malaikat ngaso terus dunyo puniko badhe dados punopo njih mas
gusti allah iku luwih pareka katibamng otot gulu iring
-::Mal::-
inggih mas … mboten wonten berkah saking langit lan bumi bakal gonjang ganjing tondo akhir zaman.
Bener kata Om goenoeng.. baca awalnya kek baca cerita silat hahhaa
ini kejadiannya dimana Om ?
menyentuh sekali… aku sukaaaa !!
Gerimis2 dapat pelajaran hidup..
Ya God never sleep at all….(Quote of the day !)
-::Mal::-
Lah Nambah yang manggil Om hehehe.
iya kan fans wiro sableng 212 xixixixix.
kejadiannya dimana yah ? ntar aku tanyakan pada pria beransel itu.
bentar, bentar! kenapa tiba-tiba ada “kami” di sana, mal?
hmm… rezeki memang sebesar usaha manusia. besok malam jangan nasi goreng lagi ya? martabak mesir atau sate padang gitu… minumnya wedang jahe. *gak nyambung*
-::Mal::-
Kami menunjukkan pria beransel itu dan penjual nasi goreng mbak marsh.
hehehhe.. oke besok kebab dan suhe alias susu jahe.
Masya allahu laa haula walaa quwwata illaa billah… nice post…
-::Mal::-
Thank’s mas .. sekedar berbagi pengalaman
selama mau berusaha, rezeki itu pasti ada
-::Mal::-
iya mas , kalau dapatnya kurang yo nerimo dan bersyukur.