Kisah Kasih

Setelah muhammad SAW meninggal, abu bakar RA sahabat dan khalifah yang sangat dekat dengan beliau mendatangi rumah aisyah.

Abu Bakar menanyakan kebiasaan Rosulullah SAW yg belum dilakukannya.

Kemudian Aisyah menceritakan 1 kebiasaan yang selalu dikerjakan oleh Rosulullah setiap pagi, yaitu Beliau berjalan dan memberi makan pengemis tua dan buta yang duduk di perempatan jalan.

Keesokan harinya Abu bakar menemui pengemis itu diperempatan jalan, beliau menghampiri kemudian mendekati dan duduk sebelahnya. Sayyidina Abu Bakar RA kemudian memotong kecil-kecil roti yang dibawanya dan menyuapi pengemis itu, pengemis itu menolak suapan roti dari abu bakar dan berkata :” engkau pasti bukan orang yang biasa menyuapiku”,

“dia biasa memamah (menghaluskan) roti sebelum menyuapiku, dan sikapnya lebih lembut darimu”. Lanjut pengemis itu.

Abu Bakar pun mulai memamah dan menyuapi pengemis buta itu, sambil mengunyah makanannya pengemis tua itu berkata “ apakah kau kenal muhammad ?”

“iya aku kenal muhammad” jawab abu bakar

“muhammad itu orang gila, mengaku-aku mendapat wahyu dari tuhan dan mengajarkan agama baru” sambung pengemis itu. “Muhammad benar-benar tidak waras” tegasnya.

Abu bakar diam, kemudian bertanya “ apakah kamu juga berkata seperti ini pada orang yang menyuapimu sebelum aku ?”

“iya, aku mengatakan ini padanya setiap hari  dan kepada semua orang” jawab pengemis.

Keesokan harinya Abu bakar datang lagi dan menyuapi lagi pengemis tua dan buta itu, dan lagi-lagi pengemis tua itu memaki-maki muhammad setiap hari. Sampai pada suatu hari pengemis itu bertanya pada abu bakar “ wahai fulan, kemanakah orang yang biasa menyuapiku ?”

“pak, orang yang menyuapimu setiap hari sudah meninggal” jawab abu bakar

Pengemis itu menunjukkan rasa bersedih, berduka. Kemudian abu bakar melanjutkan kalimatnya “ bapak tahu siapa orang yang setiap hari menyuapi bapak ?”

“tidak” jawab pengemis.

“Ketahuilah pak, bahwa orang yang menyuapi bapak setiap hari adalah orang yang tiap hari bapak maki-maki, dia adalah muhammad.” Kata abu bakar

“muhammad telah meninggal beberapa hari yang lalu” lanjut abu bakar

Pengemis itu tercekat, kaget bukan kepalang. Ternyata orang yang dimaki-makinya adalah orang yang menyuapinya setiap hari, tetapi tak pernah berhenti mengucurkan kasih sayangnya. Akhirnya Pengemis itupun mengikuti ajaran muhammad.

16 Comments

  1. subhanallah,,, aku dah sering denger kisah ini tapi tetep terharu setiap kali mendengar maupun membacanya…..

    kapankah aku bisa seperti beliau ya mbulll…???!!!!

  2. ya allah, sungguh mulia rasulullah. orang yang memaki seitap hari sekalipun masih disayangi oleh beliau.

  3. MbayangKene nganti mbrebes…

  4. Masya Allah! Sungguh indah akhlakmu, ya Rasul. Kau balas benci dengan cinta. Shallu ‘alaih.

  5. Semoga itu bisa menjadi suritauladan bagi kita semua ya Om…

  6. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  7. sahuuuuuuuuurrrrrr
    banguuuuuunnnnnn

  8. Kekasih Sejati yang setia selalu.. DIA rela menunggu walau kita selalu menykiti hatiNYA.. dengan salah dan DOSA.. subhanalllllaaaaah.. DIA MENUNGGUMU.. TANGANNYA SELALU TERULUR MENANTIKAN KITA SEMUA.. YANG MAU KEMBALI KEPADANYA
    SALAM SAYANG

  9. humm… iya sih, om.. kalo kita masi percaya ada kebaikan di muka bumi ini, ‘mukjizat’ pasti bisa terjadi kapan saja dalam bentuk apa saja… yah, batu karang yang keras pun bisa terkikis kalau tiap hari digempur ombak [katanya :D ] *koyokekomenkugaknyambungya*

  10. Sungguh mulia akhlak mu ya Rasulullah, engkau syiarkan agama Allah dengan cinta kasih. Kami rindu padaMu ya Rasull.

  11. Padahal, beliau sudah dijamin Allah masuk surga. tapi, beliau tidak pernah berhenti beribadah kepada-Nya. Semua itu demi rasa tunduknya kepada Allah juga untuk kita, umatnya agar selalu berbuat baik kepada sesama. Salawat dan salam kepadamu ya Rasul…

  12. huff… baru denger untuk kisah yang ini Om. Gerimis hati ku baca nya

  13. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  14. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    dooooooooh nikmatnyaaaaaaaa..

  15. Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  16. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllll


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment