Mengingat dan memahami ajaran/kebudayaan serta kearifan lokal akan membuat kita tidak saja menjadi penjaga nilai, tetapi juga akan menjadi nilai plus (manusia unggul) dalam mengarungi samudera kehidupan.
Berikut disajikan nilai ajaran dari leluhur, semoga saja bisa bermanfaat, dan maaf jika ada tafsir yang tidak pas atau tidak berkenan, Sumonggo dinikmati.
*gelar tikar, sediakan kopi , teh, pisang goreng dan rokok*
SUGIH TANPO BONDO
Kaya Walaupun Tidak Memiliki Harta
Gambaran seseorang yang hidup sejahtera walaupun tidak memiliki harta melimpah. Karena kebaikannya terhadap sesama, karena besar jasanya kepada orang lain, maka setiap menghadapi kesulitan, tanpa meminta bantuan kepada siapapun, sudah ada yang menolong. Tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan, cerdas, pandai dan bijaksana.
DIGDOYO TANPO AJI
Sakti Mandraguna Walaupun Tanpa Senjata
Gambaran seseorang yang sangat kuat, sentosa. Sakti lahir atau fisiknya karena berbadan sehat, sakti badannya karena kepada Tuhan selalu dekat
NGELURUG TANPO BOLO
Menyerang tanpa membawa kawan / pasukan
Gambaran seseorang yang sangat pemberani. kepada siapapun (Kecuali Tuhan) tidak takut. Karena tidak pernah berniat jahat dan tidak pernah berbuat jahat, tidak punya musuh, karena semua orang dianggap teman
MENANG TANPO NGAROSAKE
Menang tanpa mengalahkan/merendahkan
Gambaran seseorang yang sangat pandai dalam menyelesaikan perbedaan pendapat atau konflik, tetapi, karena sangat bijaksana, dalam menyelesaikan konflik tadi, lawannya tidak merasa kalah, tidak dipermalukan, tidak kehilangan harga diri
PERANG TANPO TANDING
Perang tanpa berkelahi, dalam artian memerangi nafsu diri sebagai jihadu akbar ( jihad besar). Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.
MULYO TANPO PUNGGOWO
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi memiliki perilaku yang unggul.
14 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
















mantabz…. mmm…kira2 sperti itu ga’ y…? Kyakny mmg sperti itu dech. sungguh beruntungnya…
Ni ajaran leluhur ato pengalaman pribadi?? hehehe
Om Jamal, boleh minta pisang gorengnya nggak?
*ikut duduk mendengarkan om Jamal*
ajaran leluhur kita mempunyai nilai sangat tinggi, perlu diterapkan dalam kehidupan kita ya Om..
Kalau jer basuki mawa bea itu artinya apa om?
silahkan pisang gorengnya, asal jangan dihabisin ya ra.
Jer Basuki Mawa Bea = No pain No Gain
kalau mau berhasil ya harus ada usaha.
tidak secara instan. begitu ra
ajaran yang baik tuh, mal. penuh filosofi. karena umumnya kan sebaliknya: kaya itu ya berharta, kalau tidak berarti miskin. dan seterusnya.
om, kenapa blognya lama sekali baru update? lagi banyak kerjaan banget, ya? selamat beraktivitas kembali setelah lebaran. tetap semangat ya, om.
Heheheh iya uni, lagi kerjain system nih.
Mohon Maaf lahir bathin ya uni.
saya ikut2an 2 sesepuh, GM dan DM suka BW tapi ga ninggalin komen (juga updatenya lama heheheheheehe)
Filosofi yang indah.
Menang tanpo ngarosake opo ngasorake, Mas Jamal?
Wah ketiwasan, salah nulis pak, yg bener ngasorake…
Setuju banget.. arif banget.
thanks lho mas.. jd ingat lagi…
jadi intinya pengendalian diri campur sabar dan ikhlas ya om?
*merumuskansendiri*
*siapsiapkabur*
wis, wis… bali ndesa rak wis. buka praktek dadi wong pinter… hehehe…
Waaaaa…. Bali desa mbangun desa mas ? koyo mbah bibit wae hehehehe.
pinter opo kie ? xixixixiixi dukun nyambi coding piye ya ?
bener…bener…..seng penting andap asor wae yo mbulll….
halah apa maning kie…
Wih, jeru bangeeettt…… Tak catet ning relung ati yo…
sip[ mas iseh nggoceki saloko iki mugo begjo tanpo kiniro
yen siro pinter ojo ngguroni
lamun banter ojo nglancangi lamun landep ojo natoni
terima kasih jadi sebuah nasihat untuk saya