Dalam Perjalanan hidup kadang terbersit dalam benak kita untuk mempertanyakan diri sendiri, kelihatannya sangat aneh karena tak mengenali diri. Akan tetapi itu adalah pertanyaan dasar yang akan membawa kearah mana kita akan melangkah.
Tentu kawan sangat kenal dengan kalimat ” Aku adalah apa yang aku pikirkan” atau “Aku berpikir maka aku ada” bagi sebagian orang kalimat ini mungkin memberi jawaban, tapi serasa masih ada yang mengganjal. Jadi siapa yang berpikir , jika aku adalah buah pikiran ? apakah sebelum berpikir aku tidak ada? atau siapakah yang memerintahkan untuk berpikir ? ah ataukah ada makhluk kecil dalam otak yang memerintahkan untuk berpikir ?
Adalagi seorang yang mengatakan “Aku adalah apa yang aku beli” atau “Aku adalah apa yang aku pakai” tentu kawan mahfum dengan kalimat ini, para jamaah konsumerisme dan korban mode / lifestyle adalah penggagasnya. Mango, Prada atau zara melekat dari bawah sampai atas.
Pada golongan lain ada yang berpendapat “aku” adalah ruh, yang telah mengadakan perjanjian dengan Tuhan sebelum lahir ke dunia ini. Sehingga ruh kita sebenarnya terkoneksi dengan ruh sang maha agung yang imbasnya sebenarnya kita punya sifat mulia dari sang maha agung.
Pada baris penutup saya mengutip sebuah kalimat : ” Kenali diri (sejati) mu , maka kamu akan mengenal Tuhanmu”. Kenal diri adalah kunci mengenal tuhan, karena ruh tuhan ada dalam “diri” kita. Sebagaimana sebuah kalimat yang sangat terkenal dalam area sufisme “Manunggaling Kawula Gusti”.
7 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
















jangan pernah bertanya siapa aku…
pasti aku akan langsung menjawab “aku saja bingung” hahahahaha
Untung ga dijawab, la aku tanya siapa ? heheheheh
Siapa aku?? coba tanya pada rumput yang bergoyang…
” Kenali diri (sejati) mu , maka kamu akan mengenal Tuhanmu”.
Konsep Ma’rifat ya?
Memang dalam perjalanan hidup ini terkadang kita dihadapkan dengan rasa bingung dan cemas……….salam kenal
He, sudah setahun rumah ini penuh ilalang tinggi, rumput liar, sarang laba-laba, berdebu, malah jangan-jangan mulai berhantu. Ayo dibersihkan…
AKU yg “ingin” berdua saja dg tuhan, karna AKU “merasa” kekasih tuhan, AKU yg slalu berharap tak tersandera oleh rasa dan asa, apalagi tertusuk oleh materi. AKU yg sendirian saja menghadap tuhan, bukan karena mati, tapi AKU jiwa yg merdeka, yg tak membutuhkan ruang dan waktu, yg senantiasa merasa diawasi oleh “kekasihku” TUHAN. Kekasihku menitahkan pada AKU slalu instrospeksi, menjaga nafas dan laku untuk tak menganiaya diri dan menyakiti saudaraku, sahabatku, bahkan “kekasihku” TUHAN.
Aku..iya siapa akuuu…aku adalah jejak penciptaan Tuhan aku adalah Tuhan itu sendiri. maka apapun yang ada di langit dan di Bumi adalah milik Aku (Tuhan). jadi siapa aku jawabnya adalah Tuhan. mengacu pada hukum mahluk yang sejatinya tidak ada. tidak ada- ada – tidak ada. jadi hakikatnya adalah Tidak ada apapun..selain Tuhan yang Maha Esa. Yang maha Ada. kesejatian mahluk adalah TIDAK ADA.